Semua salahku
Pernikahan adalah salah satu hari bahagia bagi setiap orang.
Malam pertama???. Malam yang slalu dinanti-nantikan oleh pengantin baru.Semua orang mendambakan malam itu.Dan hanya terjadi sekali dalam hidup manusia.Hari ini,dimana aku dan Dani resmi menikah dalam ikatan suci.Semua perjuangan untuk bertahan terbayarkan hari ini.Tak ada lagi kebahagiaan yang lebih sempurna melainkan hari dimana aku menikah."tutur Ina yang sejak lama menanti kehadiran suaminya,Dani.
Foto-foto kami saat bersanding sudah terpampang ditembok besar sebelah ranjangku yang semakin membuatku tersipu malu.Tebaran bunga-bunga mawar diatas ranjang bahkan dilantai masih segar menyerbakkan wangi-wangian disertai selimut yg begitu lembut.Kini Ina duduk disisi pojok ranjang putih itu.Lampu kuning bernuansa remang-remang membuat Ina yang tak tahan lama nmenunggu kehadiran suaminya.Satu sampai dua jam Ina masih
juga menunggu.Dengan menggunakan
sebuah daster berwarna putih yang sangat tipis. Kini ina sudah mulai berbaring berbalik dari arah pintu.ina masih tertunggu kehadiran Dani tpi tak jga menunjukkan batang hidungnya.
juga menunggu.Dengan menggunakan
sebuah daster berwarna putih yang sangat tipis. Kini ina sudah mulai berbaring berbalik dari arah pintu.ina masih tertunggu kehadiran Dani tpi tak jga menunjukkan batang hidungnya.
Beberapa menit kemudian...
Kleeeekkkk.....(bunyi pintu terbuka)
Nafasku mulai tak teratur.Pasti itu Dani suamiku lirihku dalam hati.
Kucoba mengatur nafasku agar tak terlihat gugup.Tanpa lama lagi lampu dimatikan olehnya.Kini keadaan kamar menjadi gelap Sepi dan sunyi.Kini hanya ada aku dan dia didalam gelapnya kamar ini.Tanganku masih saja terkulai ditubuhku.......
Pagi tlah tiba,malam yang begitu menegangkan berlalu begitu saja dan kembali seperti hari biasa.Wajah itu membelalak dimataku.Tahi lalat yang ada
dibagian kanan atas matanya membuatku semakin gemetar kencang. Segeraku lepaskan tangannya yang masih melingkar dipinggangku.Aku menangis sejadinya,air mataku kini menganak membasahi kedua pipiku.Gelombang petir kini hinggap dihati dan pikiranku.Bagaimana mungkin aku sebodoh ini tanpa memperhatikan siapa yang tidur denganku malam itu.Rasa gemetar membuatku ngilu,sakit dan satu lgi aku akan menjalani hariku dengan sakit menyiksaku.Deni,"iya itu Deni saudara kembar suamiku.Aku terperanjat lari dari ranjang dan segera melangkah menjauh meninggalkannya.Malam itu tak seindah yg kubayangkan, semuanya hanyalah sebuag teka teki yang tak dapat terpecahkan.Aku merasa diriku hilang arah. Setiap kali aku menatap mata suamiku sungguh aku sangat merasa bersalah.Tatapan indah yg penuh makna sebuah cinta yg membuatku semakin tersiksa.
Saat hati merintis dalam sedih.tiada tempat bagiku mencurahkan segala yang terjadi padaku. Ya hanya buku diary ini yang mungkin bisa.Kata demi kata aku lontarkan sebegitu dalam, menuangkan seluruh kegentaran dan kepedihan yang akan terjadi selanjutnya.
Dua minggu kemudian, pagi itu aku merasa sangat pusing ditambah lagi nafsu makanku juga berkurang bahkan tak jarang akhir-akhir ini aku mual-mual terus.Aku bingung dengan apa yang terjadi dalam perubahan yang aku alami ini.
Ina kamu kenapa???Tanya ibu mertuaku saat melihatku mual.
Eh ibu aku gak apa-apa bu , cuma gak enak badan aja. blsku sembari membeberkan senyum yg lebar.
Ibu mertuaku tak mau kalah.Saat ibu mendengar hal itu ibu malah membawaku kedokter kandungan.Kaget aku luar biasa mendapatkan bahwa aq hamil.Kulihat senyuman indah di bibir ibu mertuaku saat mendengar pernyataan dari dokter.Apalagi yang akan aku lakukan.Hatiku mulai berkecamuk anyara bimbang seluruh jiwaku.Ini bukan anak suamiku.Tanganku mulai bergetar ngilu ditambah lagi yang ingin buru-buru memberitahu hal bahagia
bagi semua keluarga yang mungkin bagiku itu petir yang akan memisahkanku dari suamiku.Saat tiba dirumah kudapati semua anggota keluarga begitu juga dengan suamiku yang begitu manis memandangku sejak awal kedatanganku bersama ibu.Ibu mulai berbicara ingin kucegah ibu saat itu tapi bibirku keluh untuk mengeluarkan sepatah katapun.Mendengar hal itu wajah dani suamiku memerah,senyumnya berganti menjadi wajah yang kusut penuh kedendaman.Aku yang masih berdiri diambang pintu canggung melakukan apapun.Kaku rasanya,miris yang kurasakan.Keramaian kini hilang digantikan keheningan sore itu.Semua mata begitu keheranan dan penuh tanda tanya dibenak masing-masing.Melihat suamiku yang mengalirkan deraian air mata seketika itu ruangan ini berganti dengan kesunyian.Sepatah katapun tak keluar dari mulut masing-masing.
Deni saudara suamiku yang melihatku begitu pasti seakan memikirkan banyak hal yang sulit untuk dia lakukan.Hanya suara jarum jam yang terdengar saat menggesekkan kearah satu titik lainnya.Perlahan Dani melangkahkan kakinya mendekatiku.Kamu hamil?? oh sayangku...
Air mataku mulai mengalir sederas hujan.Badanku terasa sangat lemas.Aku terdiam seribu bahasa.
Anak siapa istriku tanyanya sambil memelukku erat lalu mencampakkanku jatuh kelantai.Dengan cepat Dani mendekatkan wajahnya kearahku.Mata yang dulu kurasakan indah kini berganti.Sungguh mata itu,,,"mata itu kini mata yang penuh dengan api kebencian.Ina terkesiap.Kekwatiran Ina akhirnya nyata.Nafas ina semakin tak teratur.Ingin mencari jalan keluar dari permasalahan ini tapi otak ina saat itu snggat buntu.
Bibirku masih keluh menjawab pertanyaan Dani.
Jawab sayang???? ucapnya memndangku dengan tatapan sinis.
Tak lama tangannya yang kukenal lembut kini mendarat di pipiku dengan keras.Aku tak dapat menahannya.Plaaakkkk....... tangannya kembalu melayang dipipiku yg lain.Kini penderitaanku sudah komplit.
Semua masih memandang kami bagaikan
drama korea yang begitu menarik.
"Ibu lihat istriku
ibu sungguh menyayanginya.Ayah dia jahat.Menantu yang ayah banggakan tlah buat aku sakit.Dia gak tau diri ibu ayah ucap suamiku meluapkan seluruh kekecewaannya.Aku sama sekali belum menyentuhnya.Ina...tega kamu lakuin ini sama aku.
Aku hanya bisa menangis dan menangis sambil memegang kedua pipiku yang masih terbekas denyutan panas tangan suamiku.Ibu dan ayah mertuaku mulai memalingkan wajahnya dari hadapanku.Jawab.... tanya suamiku keras yang membangkitkanku berdiri dari keterpaduanku dengan lantai.Jantungku mulai bergetar kencang.Ingin aku memberitahu kejadian yang sebenarnya tapi bibirku sangat keluh aku rasakan.Air mata Dani mengalir kian deras hingga membasahi pucuk dagunya.
Aku penyebab semua ini, suara lelaki bertahi lalat yang tak lain adik iparku Deni.
memandangku dengan isak tangis yg begitu hangat.
Anak yg dijanin kak Ina adalah anakku.Biar kakak tau sejak lakak bawa ina kerumah buat kenalin ke ayah dan ibu saat itu benih cinta hadir dihatiku kak.kakak tau kan aku paling gak suka sama cewek tapi kak Ina beda dari cewe lain . kk ina mampu buat aku jatuh cinta.Kakak puas....??ucapnya memandang Dani penuh dendam.Mendengar pernyataan itu Dani kembali melayangkan sebuah tamparan lagi dipipi Deni.Kini tampak cairan merah mengalir ditepi bibir Deni.
Suasana begitu mencekam.
Ibu dan ayah mertuaku sangat kaget akan pernyataan Deni.
Orang yang ada diruangan itu seakan tak berani menenangkan amarah Dani.
Deni yang ingin menambah percakapan dihentikan oleh Dani Cukup.....Dani berteriak histeris.
Kalian berdua,tangan Dani menunjuk kearahku.
Kalian angkat kaki dari rumah ini.Dani
mengusirku begitu saja.Pandangan Dani hilang menjauh dari hadapanku segeraku mengejar suamiku dan menarik sisi bajunya.Mas...maafin aku lirihku menangis sejadinya sembari memeluk kedua kaki Dani sehingga menyulitkannya melangkah.
Tiada kata lagi yang keluar dari mulut suamiku.Tubuhku semakin melemah hanya air mata yang menganak sungai dari dua pasang mata kekasih itu.
Tangan itu mengajakku untuk bangkit berdiri. Ya itu tangan Deni.Udah ayok kita pergi ucapnya membawakan koper yang berisikan barang barangku
Hari itu,kesedihan sangat memanas diseluruh pikiranku.Dimana Dani tlah menggugat cerai denganku.Sungguh sangat sulit untukku lakukan dan sungguh sulit untukku terima.Semua anggota keluarga memalingkan wajahnya saat aku keluar dari rumah.
Enam bulan lamanya aku bercerai dengan Dani.Aku pikir Dani yang akan jadi pendampingku sampai ajal menjemput.Tapi nyatanya tak semanis yang aku pikirkan.Semuanya pahit yang aku rasakan.Sampai saat ini Dani yang masih ada dipikiranku.Hanya karna satu malam membuat hidupku hancur.Kini tiada lagi Dani yang kucintai.Sang surya telah kembali keperaduannya.Air mata matapun telah surut dan tinggallah kenangan saat bersama Dani.Ina memutuskan untuk mematahkan hatinya untuk Dani.Berkali-kali dia lakukan tapi tak bisa.Inilah mungkin separuh hidupku bersama Dani.Lirihku saat melihar foto kemesraannya dulu saat pacaran.
Ehemmm.....Masih dia lagi ya??tanya seorang pria yang tiba-tiba duduk disampingku.Ya itu Deni saudara kembar mantan suamiku.Sejak kami diusir aku tinggal bareng Deni didalam rumah yang sederhana.Tiada kebahagiaan yang ku dapatkan selain penderitaan.Walaupun Deni bersikap begitu baik buatku aku terlalu mengacuhkannya.Demi aku Deni rela meninggalkan semuanya.Semua harta warisan yang dulu akan dia miliki dia hempaskan begitu saja.
Hari demi hari berlalu kesedihanku terpaut dalam kesunyian.Aku tak bisa terus menerus seperti ini gumamku sangat.Aku pasti bisa mengalahkan keadaanku saat ini.Kukembali bangkit untuk memastikan diriku agar lebih kuat lagi dari keterpurukanku.
Dua hari berlalu ntah kenapa aku tiba-tiba merasa hari ini sangat spesial bagiku.Tapi apanya spesial???Aku mencoba mengingat kembali apa yang membuat tanggal 17 maret lebih spesial dari hari biasa.Ohhh iya sekarang aku ingat.Dani ulang tahun hari ini.seketika itu pula teringat kembali
kenangan bersama Dani saat ulang tahunnya Tak pernah lupa aku memberikan kado jam tangan padanya.Hari ini ulang tahun Dani begitujuga dengan Deni.Seketika suasana hatiku berubah seakam ada malaikat yang turun kehatiku.Ya aku akan buat kejutan untuk Deni.Menyiapkan segalanya untuk mengagetkannya.Selain itu aku juga ingin membelikan kado buat Deni.Sebuah jam tangan itu pasti mampu membuat Deni senang.Karena sejak kepergian kami Deni tak punya apa-apa.
Bahkan membeli jam tangan saja,dia tak mampu membelinya.Teringat kembali Tiga bulan yang lalu.Saat tetangga baru yang mampir kerumah menggunakan jam tangan yang mewah itu.Kuperhatikan betul Deni melemparkan pandangan ke jam tangan itu.Deni menginginkan jam itu.Sejak saat itu aku mulai menyisihkan uang belanjaku untuk membelikannya sebuah jam tangan.Akhir-akhir ini aku kasihan melihat Deni,dia begitu sayang padaku dan juga anakku.Hati ini yang memaksakanky memberikan kejutan padanya.
Siang ini aku berada ditoko jam.aku senang akhirnya uang yang aku kumpul bisa membeli jam yang sama persis dengan jam tangan yang digunakan tetangga baru itu.Matahari sungguh menyingsing membuat keringat memenuhi seluruh dahiku spontan aku kaget.Kedua bola mata itu kembali menyeruak dipandanganku.Dengan perut yang mengembang sontak aku sangat kaget dia memandang peritku yang kian membesar. Jantungku semakin berdebar kencang.
Aku seperti kapal yang hilang arah. Aku gak bisa mikirin apa-apa.Sungguh rindu itu seketika hilang.Tatapan itu penuh rasa ibah.Ya dia Dani tepat dihadapanku mantan suamiku dulu.Sungguh aku merindukan pria itu.Ingin ku memeluknya tapi keadaan tak dapat aku paksakan .Nasibku sudah terpaut kehidup nyataku.Takkan mungkin lagi aku bersamanya.
Hembusan angin malam menyeruakkan
seluruh jiwaku.Dentingan jarum jam mengundangku memandang jam itu kembali.Kini sudah pukul sebelas malam.Deni tak kunjung pulang.Rasa kwatir semakin menghantuiku.Deni kemana??ucap ina.Kedua kaki ina tiada henti gontai berjalan kian kemari.Semua hiasan yang begitu indah,kelap-kelip lampu begitu menarik mata.Lilin-lilin putih mungil kini tlah habis terbakar mengikuti waktu padamnya.
Kekwatiranku semakin menjadi segera kuraih ponselku tapi nyatanya gak ada yang jawaban.Hampir dua jam aku menunggunya.
Tok Tok Tok.....Terdengar gedoran pintu yang amat keras dan bnyak suara orang yang begitu bising ditelingaku.Setelah kubuka ternyata pria Deni yang tidur pulas ditopang oleh warga.Serpihan kaca melukai tubuhnya dan seluruh tubuhnya dipenuhi darah yang sudah kering.Jam tangann yang sejak tadi aku genggam kini melayang ntah kemana.Tubuhku begitu lemas. Sungguh air mataku jatuh,berkali-kali kuhapus tapi air mata itu kian semakin deras.Tangisku pecah...Tubuh Ina mulai terkulai kelantai
Kini kesendirian yang menemani Ina setiap hari.Tiada Deni lagi yang selalu mengusap-usap perut yang tengah buncit itu.
Dua bulan berlalu
Dani kamu gak kerja tanya ibu padaku???
Gak bu lagi malas balasku sembari menggunakan ponselku.
Kalau begitu bantuin ibu ya.
Bantu apa bu?
Itu loh.lusa kan sepupu kamu tinggal bareng kita dirumah ini.Kamu bantuin ibu bersihin kamar Ina tuh,ucap ibu menunjukkan kamar tepat dipojok.Ntar sepupu kamu tidur disitu ucap ibu menyambung percakapan.
Ibu lagi ada urusan mendadak, jadi kamu sendiri ya yang beresin."Ucap ibu sembari menggapai tas yang ada di meja.
Hmmm yaudah bu gak apa-apa.
Kakiku mulai melangkah kearah kamar itu.Kulihar ruangan itu penuh dengan debu.Benang laba-laba itu seumpama hiasan setiap sudut sisi ruangan.
Aku mrnghela nafasku panjang.Mencoba menghirup udara segar dari jendela kamar itu.
Huufff... Akhirnya selesai juga.
Aku merenggangkan otot-ototku yang sangat terasa pegal.
Pandanganku memacu kearah buku-buku yang tersusun rapi.Rak buku disudut ruangan itu menarik perhatianku.Akupun mulai berjalan menuju kearah rak tersebut.
Teringat kembali kepada ina,dia sangat suka baca buku.Bahkan koleksi bukunya sangat banyak.Jari-jariku perlahan menyusuri buku-buku yang sudah tertata rapi.Butir-butir debu bertaburan dipermukaan alas buku-buku ina.Tepi-tepi buku ina terdapat banyak lekukan sehingga buku ina gk menarik lagi.Satu persatu dari tepian buku itu aku perbaiki.Giliran buku sampul merah muda akan aku perbaiki.Perhatianku tertuju bahwasanya buku ini sangat menarik.Aku berjalan menuju sisi kasur dan segera duduk.Tangan kananku mula membukanya sedangkan tangan kiri mengatup seluruh permukaan buku..m
Untuk suamiku tersayang.
Suamiku...betapa bahagiannya diriku dapat bersanding denganmu.Pernikahan kita berdua menjadi hal yang sempurna dalam hidupku.Aku begitu sangat mencintaimu.
Kemarin,malam pertama aku cukup lama menunggumu ditempat tidur ini.Marah yang kudapati.Marah pada keadaan malam itu.Aku marah bahwa kamupun tidak hadir hingga jam 23.00
Aku marah bahwa kamu tak dapat membaca pikiranku.Aku bnyak menangis malam itu dan aku mencoba mencari tau bagaimana caranya agar aku dapat menyeimbangkan keadaan ku saat kamu datang menghampiriku.Malam kemarin adalah hari yang sangat sulit bagiku.Menggemparkan, sungguh miris.
Kamu pergi kemana suamik???
Aku menunggumu....
Kenapa dia yang masuk kamar kita.menyapaku dengan kecupan dan pelukan darinya.Aku mulai tenang melihat suamiku yang sudah datang malam itu.
Dalam hembusan dinginnya angin aku terperangkap dalam pelukannya.Yang aku tau betul bahwa pria yang dtng itu adalah kamu yang memelukku erat.
OHH suamiku.
Taukah kamu suamiku
Begitu kagetnya aku pagi itu
Melihat dia yang disampingku.
Kamu kkemana....kemana???
Apakah kamu gak melihat segalanya.
Hatiku hancur kehilangan arah.
Tapi aku gak akan mengatakan apa-apa. Aku akan membiarkannya mendidih didalam diriku dan taukah kamu,aku percaya bahwa malam itu membuat segalanya jdi sebuah ledakan suatu hari nanti.
Aku menangis.Air mataku berlinang
Aku memiliku seluruh kekacauan dan emosi,sedih,marah,frustasi.
Saat aku tenggelam dalam kecemasan dan depresi mendalam bahkan gak bisa aku pahami mengapa semua ini terjadi.
Mata Dani kini penuh dengan titikan air mata.Merasa dalam diri kesalahan yang begitu amat dalam.Tanpa melanjut membacapun Dani menutup buku diary ina.Kini Dani tau bahwa kejadian itu adalh salahnya.Hati merasa bersalah.Berkali-kali tangan kekar Dani memikul dadanya..
Pagi tlah tiba,malam yang begitu menegangkan berlalu begitu saja dan kembali seperti hari biasa.Wajah itu membelalak dimataku.Tahi lalat yang ada
dibagian kanan atas matanya membuatku semakin gemetar kencang. Segeraku lepaskan tangannya yang masih melingkar dipinggangku.Aku menangis sejadinya,air mataku kini menganak membasahi kedua pipiku.Gelombang petir kini hinggap dihati dan pikiranku.Bagaimana mungkin aku sebodoh ini tanpa memperhatikan siapa yang tidur denganku malam itu.Rasa gemetar membuatku ngilu,sakit dan satu lgi aku akan menjalani hariku dengan sakit menyiksaku.Deni,"iya itu Deni saudara kembar suamiku.Aku terperanjat lari dari ranjang dan segera melangkah menjauh meninggalkannya.Malam itu tak seindah yg kubayangkan, semuanya hanyalah sebuag teka teki yang tak dapat terpecahkan.Aku merasa diriku hilang arah. Setiap kali aku menatap mata suamiku sungguh aku sangat merasa bersalah.Tatapan indah yg penuh makna sebuah cinta yg membuatku semakin tersiksa.
Saat hati merintis dalam sedih.tiada tempat bagiku mencurahkan segala yang terjadi padaku. Ya hanya buku diary ini yang mungkin bisa.Kata demi kata aku lontarkan sebegitu dalam, menuangkan seluruh kegentaran dan kepedihan yang akan terjadi selanjutnya.
Dua minggu kemudian, pagi itu aku merasa sangat pusing ditambah lagi nafsu makanku juga berkurang bahkan tak jarang akhir-akhir ini aku mual-mual terus.Aku bingung dengan apa yang terjadi dalam perubahan yang aku alami ini.
Ina kamu kenapa???Tanya ibu mertuaku saat melihatku mual.
Eh ibu aku gak apa-apa bu , cuma gak enak badan aja. blsku sembari membeberkan senyum yg lebar.
Ibu mertuaku tak mau kalah.Saat ibu mendengar hal itu ibu malah membawaku kedokter kandungan.Kaget aku luar biasa mendapatkan bahwa aq hamil.Kulihat senyuman indah di bibir ibu mertuaku saat mendengar pernyataan dari dokter.Apalagi yang akan aku lakukan.Hatiku mulai berkecamuk anyara bimbang seluruh jiwaku.Ini bukan anak suamiku.Tanganku mulai bergetar ngilu ditambah lagi yang ingin buru-buru memberitahu hal bahagia
bagi semua keluarga yang mungkin bagiku itu petir yang akan memisahkanku dari suamiku.Saat tiba dirumah kudapati semua anggota keluarga begitu juga dengan suamiku yang begitu manis memandangku sejak awal kedatanganku bersama ibu.Ibu mulai berbicara ingin kucegah ibu saat itu tapi bibirku keluh untuk mengeluarkan sepatah katapun.Mendengar hal itu wajah dani suamiku memerah,senyumnya berganti menjadi wajah yang kusut penuh kedendaman.Aku yang masih berdiri diambang pintu canggung melakukan apapun.Kaku rasanya,miris yang kurasakan.Keramaian kini hilang digantikan keheningan sore itu.Semua mata begitu keheranan dan penuh tanda tanya dibenak masing-masing.Melihat suamiku yang mengalirkan deraian air mata seketika itu ruangan ini berganti dengan kesunyian.Sepatah katapun tak keluar dari mulut masing-masing.
Deni saudara suamiku yang melihatku begitu pasti seakan memikirkan banyak hal yang sulit untuk dia lakukan.Hanya suara jarum jam yang terdengar saat menggesekkan kearah satu titik lainnya.Perlahan Dani melangkahkan kakinya mendekatiku.Kamu hamil?? oh sayangku...
Air mataku mulai mengalir sederas hujan.Badanku terasa sangat lemas.Aku terdiam seribu bahasa.
Anak siapa istriku tanyanya sambil memelukku erat lalu mencampakkanku jatuh kelantai.Dengan cepat Dani mendekatkan wajahnya kearahku.Mata yang dulu kurasakan indah kini berganti.Sungguh mata itu,,,"mata itu kini mata yang penuh dengan api kebencian.Ina terkesiap.Kekwatiran Ina akhirnya nyata.Nafas ina semakin tak teratur.Ingin mencari jalan keluar dari permasalahan ini tapi otak ina saat itu snggat buntu.
Bibirku masih keluh menjawab pertanyaan Dani.
Jawab sayang???? ucapnya memndangku dengan tatapan sinis.
Tak lama tangannya yang kukenal lembut kini mendarat di pipiku dengan keras.Aku tak dapat menahannya.Plaaakkkk....... tangannya kembalu melayang dipipiku yg lain.Kini penderitaanku sudah komplit.
Semua masih memandang kami bagaikan
drama korea yang begitu menarik.
"Ibu lihat istriku
ibu sungguh menyayanginya.Ayah dia jahat.Menantu yang ayah banggakan tlah buat aku sakit.Dia gak tau diri ibu ayah ucap suamiku meluapkan seluruh kekecewaannya.Aku sama sekali belum menyentuhnya.Ina...tega kamu lakuin ini sama aku.
Aku hanya bisa menangis dan menangis sambil memegang kedua pipiku yang masih terbekas denyutan panas tangan suamiku.Ibu dan ayah mertuaku mulai memalingkan wajahnya dari hadapanku.Jawab.... tanya suamiku keras yang membangkitkanku berdiri dari keterpaduanku dengan lantai.Jantungku mulai bergetar kencang.Ingin aku memberitahu kejadian yang sebenarnya tapi bibirku sangat keluh aku rasakan.Air mata Dani mengalir kian deras hingga membasahi pucuk dagunya.
Aku penyebab semua ini, suara lelaki bertahi lalat yang tak lain adik iparku Deni.
memandangku dengan isak tangis yg begitu hangat.
Anak yg dijanin kak Ina adalah anakku.Biar kakak tau sejak lakak bawa ina kerumah buat kenalin ke ayah dan ibu saat itu benih cinta hadir dihatiku kak.kakak tau kan aku paling gak suka sama cewek tapi kak Ina beda dari cewe lain . kk ina mampu buat aku jatuh cinta.Kakak puas....??ucapnya memandang Dani penuh dendam.Mendengar pernyataan itu Dani kembali melayangkan sebuah tamparan lagi dipipi Deni.Kini tampak cairan merah mengalir ditepi bibir Deni.
Suasana begitu mencekam.
Ibu dan ayah mertuaku sangat kaget akan pernyataan Deni.
Orang yang ada diruangan itu seakan tak berani menenangkan amarah Dani.
Deni yang ingin menambah percakapan dihentikan oleh Dani Cukup.....Dani berteriak histeris.
Kalian berdua,tangan Dani menunjuk kearahku.
Kalian angkat kaki dari rumah ini.Dani
mengusirku begitu saja.Pandangan Dani hilang menjauh dari hadapanku segeraku mengejar suamiku dan menarik sisi bajunya.Mas...maafin aku lirihku menangis sejadinya sembari memeluk kedua kaki Dani sehingga menyulitkannya melangkah.
Tiada kata lagi yang keluar dari mulut suamiku.Tubuhku semakin melemah hanya air mata yang menganak sungai dari dua pasang mata kekasih itu.
Tangan itu mengajakku untuk bangkit berdiri. Ya itu tangan Deni.Udah ayok kita pergi ucapnya membawakan koper yang berisikan barang barangku
Hari itu,kesedihan sangat memanas diseluruh pikiranku.Dimana Dani tlah menggugat cerai denganku.Sungguh sangat sulit untukku lakukan dan sungguh sulit untukku terima.Semua anggota keluarga memalingkan wajahnya saat aku keluar dari rumah.
Enam bulan lamanya aku bercerai dengan Dani.Aku pikir Dani yang akan jadi pendampingku sampai ajal menjemput.Tapi nyatanya tak semanis yang aku pikirkan.Semuanya pahit yang aku rasakan.Sampai saat ini Dani yang masih ada dipikiranku.Hanya karna satu malam membuat hidupku hancur.Kini tiada lagi Dani yang kucintai.Sang surya telah kembali keperaduannya.Air mata matapun telah surut dan tinggallah kenangan saat bersama Dani.Ina memutuskan untuk mematahkan hatinya untuk Dani.Berkali-kali dia lakukan tapi tak bisa.Inilah mungkin separuh hidupku bersama Dani.Lirihku saat melihar foto kemesraannya dulu saat pacaran.
Ehemmm.....Masih dia lagi ya??tanya seorang pria yang tiba-tiba duduk disampingku.Ya itu Deni saudara kembar mantan suamiku.Sejak kami diusir aku tinggal bareng Deni didalam rumah yang sederhana.Tiada kebahagiaan yang ku dapatkan selain penderitaan.Walaupun Deni bersikap begitu baik buatku aku terlalu mengacuhkannya.Demi aku Deni rela meninggalkan semuanya.Semua harta warisan yang dulu akan dia miliki dia hempaskan begitu saja.
Hari demi hari berlalu kesedihanku terpaut dalam kesunyian.Aku tak bisa terus menerus seperti ini gumamku sangat.Aku pasti bisa mengalahkan keadaanku saat ini.Kukembali bangkit untuk memastikan diriku agar lebih kuat lagi dari keterpurukanku.
Dua hari berlalu ntah kenapa aku tiba-tiba merasa hari ini sangat spesial bagiku.Tapi apanya spesial???Aku mencoba mengingat kembali apa yang membuat tanggal 17 maret lebih spesial dari hari biasa.Ohhh iya sekarang aku ingat.Dani ulang tahun hari ini.seketika itu pula teringat kembali
kenangan bersama Dani saat ulang tahunnya Tak pernah lupa aku memberikan kado jam tangan padanya.Hari ini ulang tahun Dani begitujuga dengan Deni.Seketika suasana hatiku berubah seakam ada malaikat yang turun kehatiku.Ya aku akan buat kejutan untuk Deni.Menyiapkan segalanya untuk mengagetkannya.Selain itu aku juga ingin membelikan kado buat Deni.Sebuah jam tangan itu pasti mampu membuat Deni senang.Karena sejak kepergian kami Deni tak punya apa-apa.
Bahkan membeli jam tangan saja,dia tak mampu membelinya.Teringat kembali Tiga bulan yang lalu.Saat tetangga baru yang mampir kerumah menggunakan jam tangan yang mewah itu.Kuperhatikan betul Deni melemparkan pandangan ke jam tangan itu.Deni menginginkan jam itu.Sejak saat itu aku mulai menyisihkan uang belanjaku untuk membelikannya sebuah jam tangan.Akhir-akhir ini aku kasihan melihat Deni,dia begitu sayang padaku dan juga anakku.Hati ini yang memaksakanky memberikan kejutan padanya.
Siang ini aku berada ditoko jam.aku senang akhirnya uang yang aku kumpul bisa membeli jam yang sama persis dengan jam tangan yang digunakan tetangga baru itu.Matahari sungguh menyingsing membuat keringat memenuhi seluruh dahiku spontan aku kaget.Kedua bola mata itu kembali menyeruak dipandanganku.Dengan perut yang mengembang sontak aku sangat kaget dia memandang peritku yang kian membesar. Jantungku semakin berdebar kencang.
Aku seperti kapal yang hilang arah. Aku gak bisa mikirin apa-apa.Sungguh rindu itu seketika hilang.Tatapan itu penuh rasa ibah.Ya dia Dani tepat dihadapanku mantan suamiku dulu.Sungguh aku merindukan pria itu.Ingin ku memeluknya tapi keadaan tak dapat aku paksakan .Nasibku sudah terpaut kehidup nyataku.Takkan mungkin lagi aku bersamanya.
Hembusan angin malam menyeruakkan
seluruh jiwaku.Dentingan jarum jam mengundangku memandang jam itu kembali.Kini sudah pukul sebelas malam.Deni tak kunjung pulang.Rasa kwatir semakin menghantuiku.Deni kemana??ucap ina.Kedua kaki ina tiada henti gontai berjalan kian kemari.Semua hiasan yang begitu indah,kelap-kelip lampu begitu menarik mata.Lilin-lilin putih mungil kini tlah habis terbakar mengikuti waktu padamnya.
Kekwatiranku semakin menjadi segera kuraih ponselku tapi nyatanya gak ada yang jawaban.Hampir dua jam aku menunggunya.
Tok Tok Tok.....Terdengar gedoran pintu yang amat keras dan bnyak suara orang yang begitu bising ditelingaku.Setelah kubuka ternyata pria Deni yang tidur pulas ditopang oleh warga.Serpihan kaca melukai tubuhnya dan seluruh tubuhnya dipenuhi darah yang sudah kering.Jam tangann yang sejak tadi aku genggam kini melayang ntah kemana.Tubuhku begitu lemas. Sungguh air mataku jatuh,berkali-kali kuhapus tapi air mata itu kian semakin deras.Tangisku pecah...Tubuh Ina mulai terkulai kelantai
Kini kesendirian yang menemani Ina setiap hari.Tiada Deni lagi yang selalu mengusap-usap perut yang tengah buncit itu.
Dua bulan berlalu
Dani kamu gak kerja tanya ibu padaku???
Gak bu lagi malas balasku sembari menggunakan ponselku.
Kalau begitu bantuin ibu ya.
Bantu apa bu?
Itu loh.lusa kan sepupu kamu tinggal bareng kita dirumah ini.Kamu bantuin ibu bersihin kamar Ina tuh,ucap ibu menunjukkan kamar tepat dipojok.Ntar sepupu kamu tidur disitu ucap ibu menyambung percakapan.
Ibu lagi ada urusan mendadak, jadi kamu sendiri ya yang beresin."Ucap ibu sembari menggapai tas yang ada di meja.
Hmmm yaudah bu gak apa-apa.
Kakiku mulai melangkah kearah kamar itu.Kulihar ruangan itu penuh dengan debu.Benang laba-laba itu seumpama hiasan setiap sudut sisi ruangan.
Aku mrnghela nafasku panjang.Mencoba menghirup udara segar dari jendela kamar itu.
Huufff... Akhirnya selesai juga.
Aku merenggangkan otot-ototku yang sangat terasa pegal.
Pandanganku memacu kearah buku-buku yang tersusun rapi.Rak buku disudut ruangan itu menarik perhatianku.Akupun mulai berjalan menuju kearah rak tersebut.
Teringat kembali kepada ina,dia sangat suka baca buku.Bahkan koleksi bukunya sangat banyak.Jari-jariku perlahan menyusuri buku-buku yang sudah tertata rapi.Butir-butir debu bertaburan dipermukaan alas buku-buku ina.Tepi-tepi buku ina terdapat banyak lekukan sehingga buku ina gk menarik lagi.Satu persatu dari tepian buku itu aku perbaiki.Giliran buku sampul merah muda akan aku perbaiki.Perhatianku tertuju bahwasanya buku ini sangat menarik.Aku berjalan menuju sisi kasur dan segera duduk.Tangan kananku mula membukanya sedangkan tangan kiri mengatup seluruh permukaan buku..m
Untuk suamiku tersayang.
Suamiku...betapa bahagiannya diriku dapat bersanding denganmu.Pernikahan kita berdua menjadi hal yang sempurna dalam hidupku.Aku begitu sangat mencintaimu.
Kemarin,malam pertama aku cukup lama menunggumu ditempat tidur ini.Marah yang kudapati.Marah pada keadaan malam itu.Aku marah bahwa kamupun tidak hadir hingga jam 23.00
Aku marah bahwa kamu tak dapat membaca pikiranku.Aku bnyak menangis malam itu dan aku mencoba mencari tau bagaimana caranya agar aku dapat menyeimbangkan keadaan ku saat kamu datang menghampiriku.Malam kemarin adalah hari yang sangat sulit bagiku.Menggemparkan, sungguh miris.
Kamu pergi kemana suamik???
Aku menunggumu....
Kenapa dia yang masuk kamar kita.menyapaku dengan kecupan dan pelukan darinya.Aku mulai tenang melihat suamiku yang sudah datang malam itu.
Dalam hembusan dinginnya angin aku terperangkap dalam pelukannya.Yang aku tau betul bahwa pria yang dtng itu adalah kamu yang memelukku erat.
OHH suamiku.
Taukah kamu suamiku
Begitu kagetnya aku pagi itu
Melihat dia yang disampingku.
Kamu kkemana....kemana???
Apakah kamu gak melihat segalanya.
Hatiku hancur kehilangan arah.
Tapi aku gak akan mengatakan apa-apa. Aku akan membiarkannya mendidih didalam diriku dan taukah kamu,aku percaya bahwa malam itu membuat segalanya jdi sebuah ledakan suatu hari nanti.
Aku menangis.Air mataku berlinang
Aku memiliku seluruh kekacauan dan emosi,sedih,marah,frustasi.
Saat aku tenggelam dalam kecemasan dan depresi mendalam bahkan gak bisa aku pahami mengapa semua ini terjadi.
Mata Dani kini penuh dengan titikan air mata.Merasa dalam diri kesalahan yang begitu amat dalam.Tanpa melanjut membacapun Dani menutup buku diary ina.Kini Dani tau bahwa kejadian itu adalh salahnya.Hati merasa bersalah.Berkali-kali tangan kekar Dani memikul dadanya..
Sore itu Dani memutuskan akan membawa ina kembali kerumah besar itu.Dengan keberanian dan keyakinan yang terpaut dalam diri dani akhirnya dani menghampirii kediaman ina.
Blum ada yang berubah
Sungguh dan tidak akan pernah sekalipun perut ina sudah membuncit kian memuncak
Ina ........sahut Dani
Sontak ina kaget dan menoleh kearah dani
Kedua pasang mata itu tak hentinya saling bertatap.
Rasa sakit yang ina rasakan sejak tadi hilang seketika.
Selama beberapa menit kami tetap bertatap seperti itu.Membuat Dani dan ina terisak dalam tangisan.Seketika wajah ina berubah jadi pucat pasi.
Segera kedua tangan dani memopong tubuh ina yang sejak tadi sudah begitu lemas.
Mungkin ini saatnya ina untuk lahiran.
Saat dirumah sakit.Tak kuasa dani menggemgam tangan mantan istrinya yang begitu mungil.Air mata dani jatuh menggelinang membasahi tepi baju tepat didada.
Hembusan angin malam begitu kencang menerpa seluruh jiwaku.ditambah lagi ina yang ingin anaknya lahir normal tanpa operasi membuat ina menghela nafasnya begitu panjang.Sejenak ina memnggil dani.
Mas ....aku punya satu permintaan.Apakah mas mau memenuhinya???
Pasti..... Itu pasti sayang.
Kini sebuah senyuman menghiasi wajah pucat ina.
Permintaan kamu apapun itu akan aku lakukan
Cuma satu yang aku inginkan
Tolong jaga anak aku.Jika memng aku gak bsa bertahan mas.
Ssstttt.....
Kita akan membesarkan anak ini sama-sama ya.balas dani tepat ditelinga ina
Aku sayang kamu.
Tak banyak percakapan lagi brankas itu seketika menjauh dari dani.
Genggaman lemah ina kini dilepaskannya.
Kegelisahan mulai muncul dibenakku.
Kurang lebih satu jam seorang dokter keluar dari ruangan ICU.jantungku seakan berhenti berdetak setelah mendengar apa yg disampaikan dokter tdi.
Tubuh ina sangat lemah saat lahiran selain itu juga dari pemeriksaan bahwa ina mengalami kesalahan mental.yang akhirnya membuat jantugnya berhenti berdetak.
Tubuh lelaki itu menyatu kelantai
Air matanya meleleh.mencoba menyeka tapi air mataku selalu jatuh.bagai diiris dengan sembilu.Hati tlah hancur berkeping-keping.Tubuh yang begitu kekar seketika jadi tubuh yang begitu lemah.similir angin menghembus tepat diseluruh tubub dani.Rasanya tak percaya secepat itukah ina meninggalkanku.Sungguh tak dapat kupercaya.harapan kembali bersama ina kini tlah sirna.Saat melihat tubuh ina yang sudah terbujur lemas tak berdaya pucuk hidung dani kian memerah Air mata bagai menganak sungai yang amat deras.Panas rasanya seluruh jiwaku
Hatiku begitu hancur
Kini semua tlah berakhir
Cintaku meninggalkanku untuk selamanya.
Syangku maafkan aku yang tlah menyia-nyiakanmu.Membuatmu sakit
Aku akan tepati janjiku
Aku akan jaga anak kamu
Aku akan anggap dia sebagai anakku sendiri.
Semoga kamu tenang disana
LOVE U ALWAYSπ’π’π’π’ππππ’π’π’
Blum ada yang berubah
Sungguh dan tidak akan pernah sekalipun perut ina sudah membuncit kian memuncak
Ina ........sahut Dani
Sontak ina kaget dan menoleh kearah dani
Kedua pasang mata itu tak hentinya saling bertatap.
Rasa sakit yang ina rasakan sejak tadi hilang seketika.
Selama beberapa menit kami tetap bertatap seperti itu.Membuat Dani dan ina terisak dalam tangisan.Seketika wajah ina berubah jadi pucat pasi.
Segera kedua tangan dani memopong tubuh ina yang sejak tadi sudah begitu lemas.
Mungkin ini saatnya ina untuk lahiran.
Saat dirumah sakit.Tak kuasa dani menggemgam tangan mantan istrinya yang begitu mungil.Air mata dani jatuh menggelinang membasahi tepi baju tepat didada.
Hembusan angin malam begitu kencang menerpa seluruh jiwaku.ditambah lagi ina yang ingin anaknya lahir normal tanpa operasi membuat ina menghela nafasnya begitu panjang.Sejenak ina memnggil dani.
Mas ....aku punya satu permintaan.Apakah mas mau memenuhinya???
Pasti..... Itu pasti sayang.
Kini sebuah senyuman menghiasi wajah pucat ina.
Permintaan kamu apapun itu akan aku lakukan
Cuma satu yang aku inginkan
Tolong jaga anak aku.Jika memng aku gak bsa bertahan mas.
Ssstttt.....
Kita akan membesarkan anak ini sama-sama ya.balas dani tepat ditelinga ina
Aku sayang kamu.
Tak banyak percakapan lagi brankas itu seketika menjauh dari dani.
Genggaman lemah ina kini dilepaskannya.
Kegelisahan mulai muncul dibenakku.
Kurang lebih satu jam seorang dokter keluar dari ruangan ICU.jantungku seakan berhenti berdetak setelah mendengar apa yg disampaikan dokter tdi.
Tubuh ina sangat lemah saat lahiran selain itu juga dari pemeriksaan bahwa ina mengalami kesalahan mental.yang akhirnya membuat jantugnya berhenti berdetak.
Tubuh lelaki itu menyatu kelantai
Air matanya meleleh.mencoba menyeka tapi air mataku selalu jatuh.bagai diiris dengan sembilu.Hati tlah hancur berkeping-keping.Tubuh yang begitu kekar seketika jadi tubuh yang begitu lemah.similir angin menghembus tepat diseluruh tubub dani.Rasanya tak percaya secepat itukah ina meninggalkanku.Sungguh tak dapat kupercaya.harapan kembali bersama ina kini tlah sirna.Saat melihat tubuh ina yang sudah terbujur lemas tak berdaya pucuk hidung dani kian memerah Air mata bagai menganak sungai yang amat deras.Panas rasanya seluruh jiwaku
Hatiku begitu hancur
Kini semua tlah berakhir
Cintaku meninggalkanku untuk selamanya.
Syangku maafkan aku yang tlah menyia-nyiakanmu.Membuatmu sakit
Aku akan tepati janjiku
Aku akan jaga anak kamu
Aku akan anggap dia sebagai anakku sendiri.
Semoga kamu tenang disana
LOVE U ALWAYSπ’π’π’π’ππππ’π’π’

Tidak ada komentar:
Posting Komentar